Skip to main content

Reaksi Reduksi dan Oksidasi (Redoks) : Konsep Reaksi Redoks (Reduksi dan Oksidasi)

Reaksi Reduksi dan Oksidasi (Redoks) : Konsep Reaksi Redoks (Reduksi dan Oksidasi)

Nah, apa itu reaksi redoks ?
Reaksi redoks adalah reaksi yang berlangsung secara bersamaan antara reaksi reduksi dan reaksi oksidasi.
Beberapa konsep dari reduksi dan oksidasi dari tabel di bawah ini:

Zat yang mengalami oksidasi = reduktor/pereduksi
Zat yang mengalami reduksi = oksidator/pengoksidasi
Konsep Kenaikan & Penurunan Biloks
Reduksi  : terjasi penurunan bilangan oksidasi
Oksidasi : terjadi kenaikan bilangan oksidasi
Pada konsep ini, kenaikan atau penurunan biloks digunakan sebagai dasar untuk menentukan jenis reaksi reduksi atau oksidasi. Artinya, untuk menyetahui senyawa mana yang terjadi reaksi reduksi/oksidasi, maka teman-teman harus menghitung biloks masing-masing unsur.
Contoh : 
Konsep Pelepasan & Pengikatan Oksigen
Reduksi : reaksi pelepasan oksigen
Oksidasi : reaksi pengikatan Oksgen
Contoh :
Konsep Penerimaan & Pelepasan elektron
Reduksi : reaksi penerimaan elektron
Oksidasi : reaksi pelepasan elektron
Contoh : 
Ca bertindak sebagai reduktor/penreduksi dengan melepas elektron.
S bertindak sebagai oksidator/pengoksidasi dengan menangkap elektron.

Setengah reaksi reduksi/oksidasi:
Reaksi reduksi-oksidasi dari persamaan tersebut sebagai berikut:
Konsep Pelepasan & Pengikatan Hidrogen
Reduksi : Suatu zat melepas hidrogen
Oksidasi : Suatu zat mengikat hidrogen
Contoh :
Jika ada yang ingin didiskusikan, silahkan berkomentar :)

Comments

Popular posts from this blog

soal dan pembahasan Brutto, Netto, Tarra (1) matematika kelas 7 semester 2

soal dan pembahasan  Brutto, Netto, Tarra (1)  matematika kelas 7 semester 2 sebelum berlatih soal, silahkan tonton materi singkat tentang bruto neto dan tara : klik Sebuah barang mempunyai Tara 2% sama dengan 4 Kg. Neto barang tersebut ... Kg Bruto dari lima barang adalah 700 Kg. Setelah ditimbang, 15% dari bruto merupakan Tara. Jika berat setiap barang sama, neto setiap barang adalah ... Video pembahasan : klik Koperasi usaha tani membeli pupuk sebanyak 10 karung dengan bruto 7 Kwintal. Setiap karung pupuk mempunyai berat yang sama. Jika tara 3%, neto sekarung pupuk tersebut ... Kg Harga beli satu sak semen (bruto 40Kg) sebesar Rp.60.000,00. Tara sak semen tersebut 2,5%. Semen tersebut akan dijual eceran dengan harga Rp.2000,00/Kg. Keuntungannya adalah ... % Video pembahasan : klik

pH, POH dan PKw

A. pH Nah, sebelum masuk ke materi menentukan pH asam dan basa, ayo kita pahami terlebih dahulu pH itu apa. pH adalah kependekan dari bahasa inggris power of Hydrogen  yang jika dibahasa indonesiakan berarti kadar dari hidrogen. Konsentrasi hidrogen dari suatu larutan, dapat menunjukkan kadar dari keasaman dan basa dari larutan tersebut. Secara matematis, pH merupakan logaritma dari konsentrasi ion H + B. pOH Seperti pH, pOH merupakan kependekan dari bahasa inggris power of hydroxide  yang memiliki arti kadar ion hidroksida. Sehingga, logaritma dari konsentrasi dari ion OH -  dapat dinyatakan sebagai pOH : C. Kw Nah untuk memudahkan mengingat, w pada Kw itu merupakan "water" yang berarti, Kw merupakan konstanta kesetimbangan dari ionisasi air. Dimana, ionisasi air murni adalah :  Konstanta kesetimbangan itu adalah konsentrasi produk dipangkatkan koefisien dibagi dengan konsentrasi reaktan dipangkatkan koefisien. Namun, karena zat berbentuk li...

Gugus Fungsi Senyawa Karbon : Isomer Optis Alkohol

Isomer Optis Alkohol Alkohol mempunyai isomer optis, dimana isomer optis terjadi pada senyawa-senyawa yang dapat mengakibatkan terjadinya perputaran bidang polarisasi pada polarimeter (bersifat optis aktif). Senyawa yang bersifat optis aktif terjadi jika ada atom C yang asimetris atau biasa disebut C kiral. Artinya, atom C tersebut mengikat 4 atom/ gugus lain. Contohnya pada senyawa 2-butanol : Perhatikan, apakah C-1 mengikat 4 atom/gugus berbeda ? tidak,  C-1 mengikat 3 H dan 1 C.  Apakah C nomor 2 mengikat 4 atom/ gugus berbeda? Ya ! karena C-2 mengikat 1 CH 3 , 1 CH, 1 OH, dan 1 -CH 2 -CH 3 / CH 5 . Atau dapat digambarkan strukturnya sebagai berikut : C kiral ditandai dengan *, yang artinya C tersebut mengikat 4 buah atom/gugus yang berbeda. Nah, karena 2-butanol mempunyai atom C kiral, maka senyawa butanol memiliki isomer optis  Isomer optis terdiri dari D (dextro) dan L (levo). Isomer D adalah isomer yang memutar bidang polarisasi ...